Tugas Malaikat Jibril dan Kontroversi Tugas Setelah Wahyu Selesai Diturunkan

Malaikat jibril adalah malaikat yang ditugaskan Allah untuk menyampaikan kepada para nabi dan para rasul. Pada jaman dahulu Allah menurunkan wahyu pada nabi dan rasul dengan melalui perantara malaikat jibril.

Hal ini juga berlaku ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu Al-Qur'an yang pertama kali yakni surat Al-Alaq dengan melalui perantara malaikan jibril.

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW maka terputuslah wahyu yang diturunkan Allah kepada manusia. Dengan ini selesailah tugas malaikat jibril sebagai perantara menyampaikan wahyu. Ketika ada seseorang yang mengaku bahwa ia merupakan nabi dan mendapatkan wahyu yang diberikan oleh malaikat jibril, maka orang tersebut adalah orang yang tengah berdusta.

Tugas malaikat jibril juga telah diatur dalam surat Al-Baqarah ayat 97:
Artinya:

"Katakanlah barangg siapa yang menjadi musuhh Jibril, maka sesungguhnya aJibril lah yang menurunkann wahyu kee dalam hatimuu dengan izin Allah SWT yang membenarkan kitab kitab sebelumnya, sebagaii petunjuk dan kabarr gembiraa bagi orang orangg yang beriman."


Tugas Malaikat Jibril Setelah Wahyu Seleslai Diturunkan


Malaikat Jibril adalah malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul. Dalam Al-Quran, Malaikat Jibril juga merupakan ketua kepada keseluruhan para Malaikat. Di dalam teks Tanakh, Taurat dan Injil, ada juga yang menerangkan bahawa Malaikat Jibril merupakan ketua para Malaikat.

Nama Malaikat Jibril disebut dua kali dalam Al Quran yaitu pada surat Al Baqarah ayat 97-98 dan At Tahrim ayat 4.
“Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (al-Baqarah: 97)

”Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir”. (al-Baqarah: 98)

” Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah (wahai isteri-isteri Nabi, maka itulah yang sewajibnya), kerana sesungguhnya hati kamu berdua telah cenderung (kepada perkara yang menyusahkan Nabi) dan jika kamu berdua saling membantu untuk (melakukan sesuatu yang) menyusahkannya, (maka yang demikian itu tidak akan berjaya) kerana sesungguhnya Allah adalah Pembelanya dan selain dari itu Jibril serta orang-orang yang soleh dari kalangan orang-orang yang beriman dan malaikat-malaikat juga menjadi penolongnya ” – (Surah At-Tahrim: 4)[3]

Sebagai orang Islam yang beriman ,kita tau bahwa tugas malaikat jibril menyampaikan wahyu kepada Nabi dan Rasul,tapi apa yg dilakukan malaikat Jibril sekarang, yaitu :

  • 1. Mengangkat keberkahan dimuka bumi ini,orang tak ada lagi yang percaya namanya berkah
  • 2. Mengangkat cinta dihati para makhluk, maksudnya cinta yang suci karena Allah saja
  • 3. Mengangkat rasa kaasih sayang dari para kerabat
  • 4. Mengangkat sifat rasa adil dari pemerintah
  • 5. Mengangkat sifat pemalu dari para perempuan
  • 6. Mengangkat sifat sabar dari fakir miskin
  • 7. Mengangkat sifat pemurah dari orang orang kaya
  • 8. Mengangkat sifat Wara’ ulama sehingga ia menjual agamanya sendiri untuk kepentingan pribadinya sendiri
  • 9. Mengangkat Al-Qur'an (tidak ada lagi yg bisa membaca Alquran)
  • 10. Diangkatnya Iman dari seluruh bumi,ini yg akan menyegerakan kiamat

Imam al-Shuyuti dalam al-Hawi li al-Fatawa, beliau mencantumkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dalam al-Kabir dari Maimunah binti sa”ad, dia berkata:

“Wahai Rasulullah, bolehkah seseorang tidur dalam keadaan junub? Nabi menjawab “Aku tidak suka jika ia (orang yang junub) tidur sebelum mengambil wudlu”, aku khawatir ia lantas mati (dalam keadaan berhadats), sehingga tidak dihadiri oleh Malaikat Jibril.”

Hadits ini, menurut al-Suyuthi, secara tersurat menjelaskan bahwa Malaikat jibril selalu turun ke bumi untuk menghadiri setiap orang mukmin yang mati dalam keadaan suci dari hadats. Selain itu, al-Suyuthi juga menampilkan sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Nu”aim bin Hammad dalam al-Fitan, dan al-Thabrani dari Ibnu Mas”ud, bahwa ketika Nabi saw. menyebutkan ciri-ciri Dajjal, beliau bersabda:

“Lalu Dajjal melewati Mekkah, ternyata di sana dia bertemu dengan makhluq yang sangat besar, maka dia bertanya: siapa kamu? makhluq tersebut menjawab ”aku adalah Mikail, Allah mengutusku untuk menjaga tanah haram ini”. Kemudian Dajjal meneruskan perjalanannya ke Madinah, disana dia juga bertemu dengan Makhluq yang besar dan dia bertanya: siapa kamu? makhluq itu menjawab: ”aku adalah Jibril, aku diutus Allah untuk menjaga tanah haram ini”.

“Itulah dua hadits yang dikemukakan oleh al-Suyuthi, yang menjelaskan bahwa malaikat Jibril -kendati Nabi sudah wafat- masih tetap eksis turun ke Bumi pada waktu-waktu tertentu. Disamping itu, tiap-tiap Lailatu al-Qodar, para malaikat semuanya turun ke bumi, termasuk di antaranya adalah Jibril yang diredaksikan dalam al-Qur’an surah al-Qadr dengan kalimat al-Ruh.