40 Cabang Iman yang Berkaitan dengan Anggota Tubuh Manusia

CABANG IMAN, CARALINE.  Adanya istilah cabang iman didasarkan pada riwayat yang disampaikan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Iman itu memiliki tujuh puluh cabang (riwayat lain tujuh puluh tujuh cabang) dan yang paling utama ialah Laa ilaaha illa Allah, dan yang terendah ialah mebuang duri dari jalan. Dan malu juga merupakan salah satu cabang iman.” (Ashhabus Sittah).

Terkait cabnga iman itu, banyak ahli hadits yang menulis risalah mengenai cabang iman di antaranya ialah : Abu Abdillah Halimi rah a dalam Fawaidul Minhaj, Imam Baihaqi rah a dalam Syu’bul Iman, Syaikh Abdul Jalil rah a dalam Syu’bul Iman, Ishaq bin Qurthubi rah a dalam An Nashaih, dan Imam Abu Hatim rah a dalam Washful Iman wa Syu’buhu.

Para pensyarah kitab Bukhari rah a menjelaskan serta mengumpulkan ringkasan masalah ini dalam kitab-kitab tersebut. Walhasil pada hakikatnya iman yang sempurna itu mempunyai 3 (tiga) bagian :


    Tashdiq bil Qalbi, yaitu meyakini dengan hati,
    Iqrar bil Lisan, mengucapkan dengan lisan, dan
    Amal bil Arkan, mengamalkan dengan anggota badan.


Cabang iman terbagi lagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu yang berhubungan dengan :

    1) Cabang Iman yang berkaitan dengan Niat, aqidah, dan amalan hati;
    2. Cabang Iman yang berkaitan dengan lidah atau ucapan ; dan
    3) Cabang Iman yang berkait Seluruh anggota tubuh.


Dibawah ini adalah cabang iman yang berkaitan dengan seluruh anggota tubuh
  1.  Bersuci. Termasuk kesucian badan, pakaian, dan tempat tinggal.
  2. Menjaga shalat. Termasuk shalat fardhu, sunnah, dan qadha’.
  3. Bersedekah. Termasuk zakat fitrah, zakat harta, member makan, memuliakan tamu, serta membebaskan hamba sahaya.
  4. Berpuasa, wajib maupun sunnah.
  5. Haji, fardhu maupun sunnah.
  6. Beriktikaf, termasuk mencari lailatul qadar di dalamnya.
  7. Menjaga agama dan meninggalkan rumah untuk berhijrah sementara waktu.
  8. Menyempurnakan nazar.
  9. Menyempurnakan sumpah.
  10. Menyempurnakan kifarah.
  11. Menutup aurat ketika shalat dan di luar shalat.
  12. Berkorban hewan, termasuk memperhatikan hewan korban yang akan disembelih dan menjaganya dengan baik.
  13. Mengurus jenazah.
  14. Menunaikan utang.
  15. Meluruskan mu’amalah dan meninggalkan riba.
  16. Bersaksi benar dan jujur, tidak menutupi kebenaran.
  17. Menikah untuk menghindari perbuatan keji dan haram.
  18. Menunaikan hak keluarga dan sanak kerabat, serta menunaikan hak hamba sahaya.
  19. Berbakti dan menunaikan hak orang tua.
  20. Mendidikan anak-anak dengan tarbiyah yang baik.
  21. Menjaga silaturrahmi.
  22. Taat kepada orang tua atau yang dituakan dalam agama.
  23. Menegakkan pemerintahan yang adil
  24. Mendukung jemaah yang bergerak di dalam kebenaran.
  25. Mentaati hakim (pemerintah) dengan syarat tidak melanggar syariat.
  26. Memperbaiki mu’amalah dengan sesama.
  27. Membantu orang lain dalam kebaikan.
  28. Amar makruh Nahi Mungkar.
  29. Menegakkan hukum Islam.
  30. Berjihad, termasuk menjaga perbatasan.
  31. Menunaikan amanah, termasuk mengeluarkan 1/5 harta rampasan perang.
  32. Memberi dan membayar utang.
  33. Memberikan hak tetangga dan memuliakannya.
  34. Mencari harta dengan cara yang halal.
  35. Menyumbangkan harta pada tempatnya, termasuk menghindari sifat boros dan kikir.
  36. Memberi dan menjawab salam.
  37. Mendoakan orang yang bersin.
  38. Menghindari perbuatan yang merugikan dan menyusahkan orang lain.
  39. Menghindari permainan dan senda gurau.
  40. Menjauhkan benda-benda yang mengganggu di jalan.