Cara Sholat 5 Waktu dan Artinya untuk Wanita

Salat lima waktu adalah salat yang dikerjakan pada waktu tertentu, sebanyak lima kali sehari. Salat ini hukumnya fardhu 'ain (wajib), yakni wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang telah menginjak usia dewasa (pubertas), kecuali berhalangan karena sebab tertentu.

Berhalangan dengan sebab tertentu ini khusus untuk wanita, misalnya saat haid, nifas. Sebelum mengetahui cara shalat 5 waktu, sebaiknya ketahui dulu niat dalam sholat.

Bacaan Niat Shalat Lima Waktu :


1.      Dhuhur
أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى
“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Dhuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

2.      Ashar
أُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى
“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

3.      Magrib
أُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى
“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Magrib tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

4.      Insya
أُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى
“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

5.      Subuh
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى
“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.


Tata Cara Dalam Mengerjakan Shalat Lima Waktu untuk wanita

Sebenarnya tidak ada perbedaan khusus antara cara shalat wanita dan laki-laki. Tempat perbedaan paling mendasar terdapat pada pakain. Sedangkan pada gerakan dan tempat, terdapat perbedaan pendapat para ulama.

Yang terpenting dalam shalat adalah pelaksanaannya bukan pada perdebatan, karena Allah maha mengerti dan semoga rutin melaksanakannya, maka Allah akan membimbing kita untuk melaksanakan sholat dengan baik dan benar.


1. Berdiri tegak menghadap kiblat dan niat mengerjakan shalat

Niat merupakan perbuatan hati yang dilafazkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.Cara melafazkan bacaan niat shalat fardhu dilafazkan dalam hati menurut shalat masing-masing yang sedang dikerjakan, misalnya shalat shubuh, dhuhur atau yang lainnya.
Lalu mengangkat kedua belah tangan serta membaca TakbiratuL ihram “ALLAHU AKBAR”, setelah takbiratul ihram kedua belah tangan di sedekapkan pada dada.

Kemudian membaca do’a iftitah :

ALLAHU AKBAR KABIRAAN WAL HAMDU LILLAHI KATSIIRAAN WASUBHAANALLAHI BUKRATAN WA ASHIILAA.
WAJJAAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARASSAMAAWAATI WAL-ARDHA HANIIFAN MUSLIMAN WAMAAANAA MINAL MUSYRIKIIN.
INNA SHALAATII WANUSUKII .WAMAHYAAYA WAMAMAATI  LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN.
LAASYARIIKALAHU WABIDZAALIKA UMIRTU WA ANAA MINAL MUSLIMIN.

Artinya :
“Allah Maha Besar lagi sempurna Kcbesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya shalatku ibadatku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah Seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin”.

Berdiri tegak pada salat fardu hukumnya wajib. Berdiri tegak merupakan salah satu rukun salat. Sikap ini dilakukan sejak sebelum takbiratul ihram. Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
  • 1. Posisi badan harus tegak lurus dan tidak membungkuk, kecuali jika sakit.
  • 2. Tangan rapat di samping badan.
  • 3. Kaki direnggangkan, paling lebar selebar bahu.
  • 4. Semua ujung jari kaki menghadap kiblat.
  • 5. Pandangan lurus ke tempat sujud.
  • 6. Posisi badan menghadap kiblat. Akan tetapi, jika tidak mengetahui arah kiblat, boleh menghadap ke arah mana saja. Asal dalam hati tetap berniat menghadap kiblat.

Cara Mengangkat Tangan dalam Sholat.


Ada banyak keterangan tentang cara mengangkat tangan. Menurut kebanyakan ulama caranya adalah sebagai berikut.
  • 1. Telapak tangan sejajar dengan bahu.
  • 2. Ujung jari-jari sejajar dengan puncak telinga.
  • 3. Ujung ibu jari sejajar dengan ujung bawah telinga.
  • 4. Jari-jari direnggangkan.
  • 5. Telapak tangan menghadap ke arah kiblat, bukan menghadap ke atas atau ke samping.
  • 6. Lengan direnggangkan dari ketiak (sunah bagi laki-laki). Untuk perempuan ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Namun, boleh juga merenggangkannya.
  • 7. Bersamaan dengan mengucapkan kalimat takbir.
Catatan: Mengangkat tangan ketika salat terdapat pada empat tempat, yaitu saat takbiratulihram, saat hendak rukuk, saat iktidal (bangun dari rukuk), dan saat bangun dari rakaat kedua (selesai tasyahud awal) untuk berdiri meneruskan rakaat ketiga.

Cara Sedekap dalam Sholat

Sedekap dilakukan sesudah mengangkat tangan takbiratulihram. Adapun caranya adalah sebagai berikut.
  • a. Telapak tangan kanan diletakkan di atas pergelangan tangan kiri, tidak digenggamkan.
  • b. Meletakkan tangan boleh di dada. Boleh juga meletakkannya di atas pusar. Boleh juga meletakkannya di bawah pusar.
  • Ketika bersedekap, doa yang pertama dibaca adalah doa iftitah. Setelah selesai iftitah, kemudian membaca surat Al Fatihah. Sesudah membaca surat Al Fatihah, kemudian membaca surat pendek seperti Al Ikhlas, Al ‘Asr, dan An Nasr.

2. Membaca surat Al Fatihah

Selesai membaca doa iftitah, sambil tangan tetap bersedekap kemudian kita membaca surat Al Fatihah :


BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM.
“ALHAMDU LILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN. ARRAHMAANIRAHIIM. MAALIKI YAUMIDDIIN. IYYAAKA NA`BUDU WAIYYAAKA NASTA -`IIN. IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIM. SHIRAATHAL LADZIINA AN-‘AMTA ‘ALAIHIM. GHAIRIL MAGHDHUUBI `ALAIHIM WALADH DHAAALLIIN”
AAMIIIN
                                
Artinya :
“Dengan nama Allah pengasih dan penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Yang pengasih dan penyayang. Yang menguasai hari kemudian. Pada-Mu lah aku mengabdi dan kepada-Mu lah aku meminta pertolongan. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Bagaikan jalannya orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat. Bukan jalan mereka yang pernah Engkau murkai, atau jalannya orang-orang yang sesat”.

Sesudah selesai membaca fatihah dalam raka’at yang pertama dan kedua bagi orang yang shalat sendirian atau imam disunatkan membaca surat atau ayat Al-Qur’an.

3. Membaca Ayat-ayat Al-Qur'an (ayat-ayat) pendek.

Membaca Ayat Al Qur’an Pendek dan Surat Panjang Al Qur’an Saat Shalat Wajib setelah selesai membaca Surat Al Fatihah di Tiap – Tiap Raka’at Shalat adalah Sunnah dan lebih tepatnya ialah Sunnah Haiat yang mempunyai pengertian sebagai Amalan (Ibadah) Sunnah didalam Shalat Wajib, jika ditinggalkan atau tidak dilakukan baik secara sengaja maupun tidak disengaja itu tidak apa – apa dan tidak disunnahkan untuk melakukan Sujud Sahwi.

4. Ruku`


Selesai membaca surat atau ayat Al Qur`an, lalu mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca takbir “Allahu Akbar”, terus badannya membungkuk, kedua tangan kita memegang lutut dengan jari-jari tangan renggang dan posisi punggung dengan kepala rata.

Setelah cukup sempurna bacalah tasbih sebagai berikut, sebanyak tiga kali ;


SUBHAANA RABBIYAL ‘A-DZHIIMI WABIHAMDIH ( 3 x)
Artinya :
“Mahasuci Tuhan Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya”.


5. I`tidal



Kemudian, sesudah melakukan ruku` kita lanjutkan dengan i`tidal.

Cara melakukan i`tidal dalam melaksanakan shalat yaitu bangkit berdiri tegak dengan mengangkat kedua belah tangan sejajar telinga sambil membaca bacaan berikut ;

SAMI `ALLAAHU LIMAN HAMIDAH
Artinya :
“Allah mendengar orang yang memuji-Nya”

Pada waktu berdiri tegak terus membaca ;


RABBANAA LAKAL HAMDU MIL-USSAMAAWAATI WA MIL-UL ARDHI WAMIL U MAA SYI’TA MIN SYAI IN BA’DU
Artinya :
“ Ya Allah Tuhan kami hanya milik-Mu lah segala puji, pujian sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh apa yang ada diantara keduanya dan sepenuh segala sesuatu yang Engkau kehendaki dan setelahnya“.

Catt :
Apabila yang dikerjakan Shalat Subuh, setelah i’tidal dan membaca doa i’tidal pada rakaat terakhir, maka di sunatkan untuk membaca doa qunut lalu kemudian baru sujud dan bacaan doa qunut hukum-nya sunat ab’ad atau sunat yang diberatkan yang apabila ditinggalkan atau kelupaan maka di sunatkan pula untuk melakukan sujud sahwi.

Bacaan doa qunut sebagai berikut :


"BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM"
ALLAAHUMAHDINII FIIMAN HADAIT, WA AAFINII FIIMAN AAFAIT, WATAWALLANI FIIMANGTAWALLAIT, WABAARIKLII FIIMAA A TOIT, WAQINI BIRAHMATIKA SYARAMAA QADHAIT, FAINNAKATAQDHI WALAYUQDHA ALAIK, WAINNAHU LAYADZILLU MAWWALAIT, WALAYA IDZUMAN AADAIT, TABARAK TARABANNAA WATA AALAIT, FALAKAL HAMDU ALAMAA QADHAIT, ASTAG FIRUKA WA ATUUBU ILAIK, WASHALLALLOOHU ALA SAYYIDINAA MUHAMMADIN NABIYYIL UMMIYYI WA ALA AALIHI WASHAHBIHI WABAARIK WASALLIM.

Artinya :
“Ya allah semoga enggkau memberikan petunjuk kepadaku dengan orang yang telah engkau berikan petunjuk, Dan semoga engkau memberikan keselamatan kepadaku dengan orang yang telah engkau berikan keselamatan, Dan semoga engkau memberikan pertolongan kepadaku dengan orang yang telah engkau berikan pertolongan, Dan semoga engkau memberikan berkah kepadaku dari hay yang telah engkau tetapkan, Dan semoga engkau memeriksa kami dari rahmatmu dari keburukan yang telah engkau tetapkan, Dan sesungguhnya engkaulah yang maha menghukumi dan tidak ada yang bisa menghukummu, Dan sesungguhnya engkau tidak bisa hina, orang yang engkau sayang, Dengan tidak memulyakan orang yang di satru olehmu, Dan maha tinggi Allah maka tetap segala puji bagimu, Oleh hal yang sudah engkau hukum, Aku memohon pengampunan dan taubat kepadamu Dan semoga engkau menambahkan rahmatnya kepada muhammad yang menjadi nabi, Dan semua umat kanjeng nabi muhammad Dan para sahabatnya, Semoga allah menambahkan keberkahan dan keselamatan.”

6. Sujud

Setelah i’tidal terus sujud meletakkan dahi dan beberapa anggota badan di tempat shalat, dan ketika turun seraya membaca “ALLAHU AKBAR”.


Sebaik-baik cara sujud ialah pertama-tama meletakkan ke dua lutut di atas tempat shalat lalu kedua tangan kemudian dahi dan dan hidung sambil merenggangkan kedua ujung kaki diatas tempat shalat, dengan bertuma`ninah.

Setelah sujud membaca bacaan tasbih sebagai berikut ;


SUBHAANA RABBIYAL A’LAA WABIHAMDIH
Artinya
“Maha suci Tuhan, serta memujilah aku kepada-Nya”.




7. Duduk Antara Dua Sujud



Setelah sujud yang pertama segera mengangkat kepala sambil bertakbir lalu duduk iftirasy.

Duduk iftirasy yaitu duduk diatas mata kaki atau telapak kaki kiri, telapak kaki kanan di tegakkan dan ujung jari kaki kanan di tekuk menghadap kiblat (bila tidak menyusahkan).

Dalam duduk tersebut di sunatkan membaca :


RABBIGHFIRLI WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNI WAHDINII WA’AAFINI WAFU`ANNII.
Artinya :
“Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajat kami dan berilah rizqi kepadaku, dan. berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku”.




8. Sujud Kedua

Sujud kedua, ketiga dan keempat dikerjakan seperti pada waktu sujud yang pertama, baik cara maupun bacaannya.

Dengan demikian selesailah sudah raka`at pertama dari shalat tersebut, kemudian berdiri lagi sambil mengucap takbir dan mengangkat kedua tangan untuk melaksanakan rakaat yang kedua.

Tata cara shalat pada raka`at kedua sama seperti yang cara shalat raka`at pertama, hanya saja tidak ada melafazkan bacaan niat dan tidak membaca lagi doa iftitah dan kita melakukan tasyahud awal bila shalat tiga raka’at atau empat raka’at.

Apabila kita shalat hanya dua rakaat seperti shalat shubuh kita akan melakukan tasyahud akhir di raka`at kedua (Tasyahud akhir dilakukan saat raka`at terakhir dalam shalat).

9. Duduk Tasyahud Awal

Tata cara shalat pada raka’at kedua, kalau shalat kita tiga raka’at atau empat raka’at maka pada raka’at kedua ini kita duduk untuk membaca tasyahud/tahyat awal.

Caranya ialah duduk dengan kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri diduduki (seperti duduk diantara dua sujud)

Ketika duduk tasyahud awal kita membaca do`a seperti di bawah ini ;


ATTAHIYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAA-TUTH THAYY1BAATU LILLAAH.
ASSALAAMU ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
ASSALAAMUALAINAA WA’ALAA `IBAADILLAAHISH SHAALIHHN.
ASY-HADU AL LAA ILAAHA ILLALLAAH, WA ASYHADUANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
ALLAAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.

Artinya :
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad”




9. Tasyahud Akhir

Cara duduk tasyahud akhir ;

    Pantat langsung ke tanah (tempat shalat), dan kaki kiri dimasukkan kebawah kaki kanan.
    Jari kaki kanan tetap menekan ke tanah.


Adapun bacaan saat sedang duduk tasyahud/tahyat akhir ialah ;

ATTAHIYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAA-TUTH THAYY1BAATU LILLAAH.
ASSALAAMU ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
ASSALAAMUALAINAA WA’ALAA `IBAADILLAAHISH SHAALIHHN.
ASY-HADU AL LAA ILAAHA ILLALLAAH, WA ASYHADUANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
ALLAAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.
WA ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
KAMA SHALLAITA ‘ALAA SAYYIDINAAIBRAAHIIM.
WA’ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM WABAARIK-‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA-‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
KAMAA BAARAKTA ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM.
WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM FIL’AALA MIINA INNAKA HAMIIDUM MAJIID.

Artinya :
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad”
“Ya Allah limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia”



10. Salam



Selesai tasyahud akhir, kemudian salam.

ketika membaca salam yang pertama muka kita menengok ke kanan.

Waktu membaca salam yang kedua muka kita menengok ke kiri, dengan masing-masing membaca :


ASSALAAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAAH
Artinya :
“Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian”


tata cara sholat subuh beserta gambarnya, tata cara sholat yang baik dan benar untuk wanita, tata cara sholat magrib beserta gambarnya, tata cara sholat yang benar beserta bacaannya, tata cara sholat yang benar beserta gambarnya untuk wanita, tata cara sholat beserta gambarnya, tata cara sholat yang benar bagi wanita, bacaan sholat 5 waktu