Makalah Fungsi Produksi Pengantar Bisnis dan Ekonomi

Makalah Fungsi Produksi Pengantar Bisnis dan Ekonomi, bahan makalah pengantar bisnis

PENDAHULUAN



A.    Latar Belakang

Dalam kehidupan, semua manusia pasti berbeda antara manusia satu dengan manusia lainnya. Mulai dari sifat, sikap, dan tingkah laku. Maka dari itu manusia disebut dengan makhluk ekonomi atau homo economicus dan makhluk sosial atau homo socius.Manusia memiliki kebutuhan hidup yang harus terpenuhi demi kelangsungan hidupnya. Dan manusia memiliki keberagaman dalam memenuhi kebutuhan tersebut dan tidak pernah merasa puas akan apa yang telah dia miliki saat ini. Manusia selalu memiliki sifat untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas dalam dirinya. Karena itu manusia tidak pernah lepas dalam melaksanakan kegiatan ekonomi, yaitu produksi. Produksi tak akan berjalan tanpa adanya fungsi produksi.

Fungsi produksi sangatlah penting, sebab suatu bagian dari fungsi tersebut dapat membantu kita untuk mengatur semua kegiatan kita agar berjalan lancar tanpa adanya hambatan. Dalam membangun sebuah perusahaan pun juga sangat membutuhkan fungsi produksi, sebab terselenggaranya proses produksi itu sendiri sangat mengharapkan agar proses produksinya itu dapat berjalan lancar sesuai keinginan dan hasil barang produksinya itu dapat berkualitas tinggi dan bermutu tinggi sehingga dapat diterima oleh semua masyarakat.

Pada umumnya tugas fungsi produksi itu sendiri sangat berkaitan dengan pencapaian tujuan dalam sebuah perusahaan yang secara umum berusaha mencapai biaya produksi yang rendah tetapi produknya bermutu yang tinggi, serta cepat dalam membuat beragam barang yang sesuai dengan selera permintaan konsumen. Pada dasarnya besar kecilnya tingkat produksi suatu barang bergantung pada jumlah modal, jumlah tenaga kerja, jumlah kekayaan alam dan dalam tingkat teknologi yang digunakan. Suatu fungsi produksi itu juga menunjukkan bahwa dalam jumlah barang produksi tergantung pada jumlah suatu faktor produksi yang digunakan.






B.     Rumusan Masalah


Dari latar belakang yang telah dijelaskan di atas, maka rumusan masalah dari makalah ini adalah:

1.    Apakah pengertian dari produksi?
2.    Faktor apa sajakah yang terdapat dalam produksi?
3.    Bagaimana tahapan dalam produksi?
4.    Apakah pengertian dari fungsi produksi?
5.    Bagaimana fungsi produksi jika ditinjau dalam islam?
6.    Bagaimana cara memperluas produksi ?



C.    Tujuan

Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas Ujian Tengah Semeter mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi. Serta untuk mengetahui bagaimana fungsi produksi secara umum dan jika dintinjau dalam sudut pandang islam, serta mengetahui cara memperluas produksi.




BAB II

PEMBAHASAN


A.    Pengertian Produksi

Menurut Oxford Dictionary (2008), production artinya “process of growing or making food, goods or materials. Quantity of goods produced. Act of preparing a preparing a play, film, etc for the public”. Jadi production atau produksi artinya adalah proses menumbuhkan atau membuat sesuatu.

Dalam Kamus Lengkap Ekonomi (2010), Production-produksi merupakan proses menghasilkan produk atau pembuatan barang dalam jumlah besar-besaran, pada umumnya dengan menggunakan mesin, baik yang berupa produksi kembali produk lama maupun produk lama yang coraknya telah diberi variasi.

Produksi adalah sesuatu yang dihasilkan oleh sesuatu perusahaan baik berbentuk barang maupun jasa dalam suatu periode waktu yang dihitung sebagai nilai tambah bagi perusahaan. Bentuk hasil produksi dengan kategori barang dan jasa sangat tergantung pada kategori aktivitas bisnis yang dimiliki perusahaan yang bersangkutan. Jika perusahaan manufacture (pabrik) sudah jelas produksi yang dihasilkan berbentuk barang, sedangkan untuk bisnis perhotelan, travel, pendidikan adalah berbentuk jasa. Barang bersifat tangible asset dan jasa bersifat intangible asset.

Jika ditelaah lebih lanjut, pengertian produksi dapat ditinjau dari dua sudut, yaitu:

1.    Pengertian produksi dalam arti sempit, yaitu mengubah bentuk barang menjadi barang baru, ini menimbulkan form utility (nilai guna bentuk).
2.    Pengertian produksi dalam arti luas, yaitu usaha yang meimbulkan kegunaan karena place, time, service, dan possession.

Produksi adalah sebuah proses yang terlahir di muka bumi ini semenjak mausia menghuni planet ini. Produksi merupakan prinsip bagi kelangsungan hisup dan peradaban manusia. Sejatinya produksi lahir dan tumbuh dari menyatunya manusia dengan alam.

Produksi adalah transformasi atau perubahan suatu barang menjadi barang produk atau proses dimana masukan (input) diubah menjadi keluaran (output). Yang diusahakan untuk mencapai efisiensi produksi, yaitu menghasilkan barang dan jasa dengan biaya yang paling rendah dan mendapatkan hasil yang optimum. Dalam artian, produksi merupakan konsep yang lebih luas daripada pengolahan, karena pengolahan ini hanyalah sebagai bentuk khusus dari produksi (Kurniasari dan Poerwono, 2008)

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa produksi merupakan segala sesuatu kegiatan untuk menambah nilai guna pada barang (goods) maupun jasa (services) sebagai suatu kegiatan menghasilkan atau menciptakan barang dan jasa yang ditujukan untuk memuaskan kebutuhan orang lain melalui proses transaksi.

B.     Faktor Produksi

Dalam aktivitas produksi, perusahaan  mengubah faktor produksi menjadi barang dan jasa. Faktor produksi dibedakan menjadi dua berdasarkan hubungannya yaitu faktor produksi tetap (fixed input) Faktor produksi tidak bergantung pada jumlah produksi. Ada tidaknya kegiatan produksi, faktor produksi harus tetap tersedia. Sebagai contohnya mesin pabrik, sampai interval tertentu mesin tidak perlu ditambah, bahkan sampai tidak berproduksi lagi pun mesin tidak bisa dikurangi. Dan faktor produksi variabel (variable input), jumlah penggunaan faktor produksi variabel tergantung pada tingkat produksinya. Makin besar tingkkat produksi, makin meningkat pula faktor produksi yang digunakan. Contohnya buruh pabrik rokok, yang bisa ditambah dan bisa dikurangi.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi suatu produksi. Menurut James A. F. Stoner, Op. Cit., halaman 190, ada 8 faktor yang mempengaruhi :

1.        Angatan kerja.
2.        Biaya energi,
3.        Keadaan fasilitas dan investasi pada suatu perusahaan,
4.        Tingkat pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan.
5.        Pertambahan sektor jasa yang kurang produktif.
6.        Perubahan struktur, sikap dan motivasi karyawan.
7.        Inflasi.
8.        Kebijakan pajak.

Selain itu, beberapa ahli juga menganggap sumber daya informasi sebagai sebuah faktor produksi mengingat semakin pentingnya peran informasi di era Globalisasi  ini. (Griffin R: 2006) Secara total, saat ini ada lima hal yang dianggap sebagai faktor produksi, yaitu tenaga kerja (labor), modal (capital), sumber daya fisik (physical resources), kewirausahaan (entrepreneurship), dan sumber daya informasi (information resources).

Faktor Produksi:

SDA (Sumber Daya Alam)

Faktor produksi fisik ialah semua kekayaan yang terdapat di alam semesta dan barang mentah lainnya yang dapat digunakan dalam proses produksi baik sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui. Faktor yang termasuk adalah tanah, air, batu bara, logam, emas, minyak bumi, gas alam, dan bahan mentah lainnya.



Tenaga Kerja

Tenaga kerja merupakan faktor produksi insani yang secara langsung maupun tidak langsung menjalankan kegiatan produksi. Faktor produksi tenaga kerja juga dikategorikan sebagai faktor produksi asli. Dalam faktor produksi tenaga kerja,

terkandung unsur fisik, pikiran, serta kemampuan yang dimiliki oleh tenaga kerja. Oleh karena itu, tenaga kerja dapat dikelompokan berdasarkan kualitas (kemampuan dan keahlian) dan berdasarkan sifat kerjanya.

Modal


Yang dimaksud dengan modal adalah segala kekayaan baik yang berwujud uang maupun bukan uang (gedung, mesin, perabotan dan kekayaan fisik lainnya) yang dapat digunakan dalam menghasilkan output. Isu terpenting tentang modal ini adalah bagaimana menentukan harganya. Dalam proses produksi. Modal dapat digolongkan berdasarkan sumbernya, bentuknya, berdasarkan pemilikan, serta berdasarkan sifatnya. Berdasarkan sumbernya, modal dapat dibagi menjadi dua: modal sendiri dan modal asing. Modal sendiri adalah modal yang berasal dari dalam perusahaan sendiri. Misalnya setoran dari pemilik perusahaan. Sementara itu, modal asing adalah modal yang bersumber dari luar perusahaan. Misalnya modal yang berupa pinjaman bank.

Kewirausahaan

Faktor kewirausahaan adalah keahlian atau keterampilan yang digunakan seseorang atau sekelompok dalam mengkoordinir faktor-faktor produk. Wirausaha (entrepreneur) pada dasarnya adalah motor penggerak kegiatan produksi. Kegiatan produksi berjalan karena adanya gagasan, upaya, dan motivasi untuk mendapatkan manfaat sekaligus bersedia menanggung resiko dari para wirausaha ini.


Meskipun sama-sama manusia, wirausaha tentu berbeda dengan tenaga kerja. Tenaga kerja pada dasarnya hanyalah alat produksi yang hanya menjalankan produksi sebagaimana fungsinya. Dalam pengertian fungsional tenaga kerja mungkin dapat diganti dengan mesin, tetapi hal ini tidak dapat dilakukan terhadap seorang wirausahawan.


Organisasi

Organisasi atau manajemen merupakan sekumpulan individu atau kelompok yang merencanakan dan mengarahkan kegiatan usaha perusahaan untuk mencapai tujuan. Organisasi memegang peranan penting dalam kegiatan produksi.


Sumber Daya Informasi

Sumber daya informasi adalah seluruh data yang dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya. Data ini bisa berupa ramalan kondisi pasar, pengetahuan yang dimiliki oleh karyawan, dan data-data ekonomi lainnya.


C.    Tahap -Tahap Produksi

Industri modern telah mengembangkan beberapa tipe proses produksi yang berbeda, yaitu:
  • 1.    Ekstraktif adalah pengambilan material seperi pertambangan, garam, batubara, tembaga, seng, dan bahan tambang lainnya yang diambil dari laut maupun udara.
  • 2.    Analisis adalah pemecahan material menjadi beberapa produk.
  • 3.    Sintesis berarti menghimpun material menjadi satu hasil produksi.
  • 4.    Fabricating yaitu merubah bahan baku menjadi bentuk yang berbeda atau produk baru.

Dalam perusahaan manufakturing terutama di bagian produksi dan pengendalian kualitas (QC), kita sering mendengar adanya istilah yang disebut dengan 5W1H (Five W One H). 5W1H pada dasarnya adalah suatu metode yang digunakan untuk melakukan investigasi dan penelitian terhadap masalah yang terjadi dalam proses produksi

Konsep ataupun Metode 5W1H ini tentunya tidak hanya dapat digunakan dalam proses produksi. 5W1H merupakan singkatan dari 5W yaitu what (apa) disini dapat ditentukan apa yang sedang dibutuhkan oleh konsumen, why (kenapa) dimana dapat diperkirakan keinginan atau selera konsumen, when (waktu) menunjukan waktu, where (tempat) menganalisis tempat, who (siapa) segmentasi dan how (bagaimana) mendapatkan solusi tentang suatu produk, dengan kata lain berhasil menemukan maupun menginovasi suatu produk.

Perputaran kehidupan tidak hanya terjadi pada makhluk hidup saja, akan tetapi produk juga mengalami perputaran. PLC (Product Life Cycle) adalah kondisi dimana suatu produk memiliki empat tahap secara umum, dimulai dari masa perkenalan, kematangan atau kedewasaan hingga penurunan yang disebut The Law of Diminishing Marginal Utility.



Suatu produk yang diciptakan pasti mengalami masa keemasan juga masa kemunduran. Kondisi tersebut bisa terjasi karena adanya persaingan, dimana pesaing saling bersaing untuk mengambil atau menguasai segmentasi pasar.


Sepanjang semua tahap ini, penjualan dan keuntungan suatu produk memiliki pola umum yang mungkin diharapkan. Seperti yang terlihat, keuntungan tertinggi selama tahap pertumbuhan dan kematangan sementara penjualan tertinggi selama tahap kedewasaan.

Sebuah industri, yang berkaitan dengan strategi siklus hidup produk paling sering adalah industri teknologi. Salah satunya yaitu produk Apple, untuk menghadirkan produk baru Apple memiliki konsep siklus hidup produk dan cara menggunakannya secara strategis untuk menguntungkan perusahaan.

Saat Apple merilis ponsel baru mereka selalu mengenalkannya dengan harga tinggi. Sebelum mengenalkannya, Apple harus meluangkan waktu, energi, dan uang untuk menentukan perubahan apa yang akan terjadi pada produk baru mereka. Apple memperoleh keuntungan maksimal dengan mengisi jumlah besar pada tahap pengenalan, namun harga mulai menurun dalam tahap pertumbuhan dan tinggi meskipun tahap kedewasaannya saat berada dipasaran penjualan mulai dan harga turun lebih jauh lagi sampai produk baru diperkenalkan dengan harga tinggi lainnya. Siklus ini berlanjut sampai ponsel pertama tidak terkenal seperti saat pertamakali dirilis, dan bahkan tidak bisa dijual di toko karena terkesan kuno. Produk juga dijadikan masyarakat sebagai gaya, mode atau mode (Kotler & Armstrong, 2012).

Sementara gaya dan mode bisa bertahan dalam jumlah waktu yang lebih lama daripada mode, mode dapat menghasilkan lebih banyak keuntungan dalam jumlah waktu yang lebih singkat. Pekerjaan pemasar adalah mengenalikan mode sesegera mungkin dan menghasilkan produk murah untuk memuaskan keinginan ini dan menghasilkan keuntungan sebanyak mungkin.
Menurut Joel Dean (1950), Siklus hidup produk tampaknya hanyalah contoh lain peramalan jangka menengah yang bergantung waktu, dan hanya berlaku pada produk baru.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa daur hidup suatu produk itu bersifat fluktuatif (tidak stabil atau berubah-ubah) seiring berjalannya waktu. Adapun fase yang dijalani suatu produk adalah:
  • 1.      Pada fase I adalah masa perkenalan suatu produk ke pasaran. Pada fase ini konsumen mulai melihat produk tersebut, baik daalam bentuk iklan di berbagai media, maupun datang langsung ke tempat penjualan produk.
  • 2.      Pada fase II adalah masa pertumbuhan, produk yang diciptakan telah masuk kepasaran dan memiliki nilai perhatian. Dan mulai terjadi loyalitas konsumen, di fase inilah akan bertambah loyalitas konsumen.
  • 3.      Pada fase III adalah dimana produk telah mencapai kematangan atau kedewasaan (maturity) yaitu prosuk telah masuk ke benak konsumen, dan memiliki nilai jual tinggi di pasaran, dan manajemen perusahaan selalu dalam keadaan terkendali.
  • 4.      Pada fase IV adalah masa penurunan (decline) atau yang biasa disebut The Law of Diminishing Marginal Utility.


Pada masa inilah perusahaan harus melakukan antisipasi terhadap dampak yang akan terjadi. Baik dari kondisi finansial maupun terhadap pandangan publik terhadap produk tersebut.
Untuk mengantisipasi hal tersebut di perlukan strategi, yaitu :

  • Melakukan evaluasi terhadap semua produk yang telah diluncurkan.
  • Menarik kembali produk yang diprkirakan akan terus mengalami penurunan, terutama produk yang mengalami pembusukan seperti food and beverage atau yang bersifat trend khususnya. Dengan kata lain jika produk tidak ditarik akan menimbulkan efek negative pada penialan publik dipasaran.
  • Menciptakan atau menginovasi produk baru dengan gaya  dan model yang berbeda, termasuk memberi nama baru pada produ. Bahkan memberi logo baru.
  • Melakukan pembenahan manajemen secara lebih modern dan aspiratif guna menampung keluhan yang timbul dan tidak diketahui oleh leader.
  • Menerapkan konsep baru, seperti memperkecil utan atau memperbesar aset.
  • Melakukan training and education agar karyawan perusahaan lebih profesional dan berkualitas.
  • Menegakkan atueran yang aspiratif dan terkontrol.
  • Pimpinan harus bersikap tegas namun harus bijaksana.




D.    Pengertian Fungsi Produksi

Menurut Oxford Dictionary, function artinya “purpose of thing or person, formal social event, part of a program”. Yaitu function adalah tujuan dalam sesuatu atau bagian dari sebuah program.

Fungsi produksi adalah suatu bagian fungsi yang ada pada perusahaan yang bertugas untuk mengatur kegiatan-kegiatan yang diperlukan bagi terselenggaranya proses produksi. Dengan mengatur kegiatan itu maka diharapkan proses produksi akan berjalan lancar dan hasil produksi pun akan bermutu tinggi sehingga dapat diterima oleh masyarakat pemakainya.

Bagian produksi dalam menjalankan tugasnya tidaklah sendirian, akan tetapi bersama-sama dengan bagian-bagian lain seperti bagian pemasaran, bagian keuangan serta bagian akuntansi. Oleh karena itu haruslah diadakan koordinasi agar semua bagian dapat berjalan dengan lancar.

Tugas utama dari bagian produksi dalam kaitannya dengan pencapaian tujuan perusahaan secara umum adalah berusaha mencapai biaya produksi yang rendah, mutu produk yang tinggi, tanggapan yang cepat atas permintaan, dan fleksibilitas untuk membuat beragam barang yang sesuai dengan selera dan spesifikasi pelanggan (Amirullah, 2002).

Fungsi produksi menggambarkan teknologi yang dipakai oleh perusahaan, industri, atau suatu perekonomian secara keseluruhan. Selain itu, fungsi produksi akan menggambarkan tentang metode produksi yang efisien secara teknis. Metode produksi yang efisien merupakan hal yang sangat diharapkan oleh produsen (Malahayati,2012).

Secara umum, fungsi produksi menunjukkan bahwa jumlah barang produksi tergantung pada jumlah faktor produksi yang digunakan. Jadi hasil produksi merupakan variable tidak bebas. Fungsi produksi dapat di tulis sebagai berikut:

Q = (K,L,R,T)

Keterangan :
Q = Output
K = Kapital atau modal
L = Labour atau tenaga kerja
R = Resource atau sumber daya
T = Teknologi

Dari persamaan diatas berarti besar kecilnya tingkat produksi suatu barang tergantung pada jumlah modal, jumlah tenaga kerja, jumlah kekayaan alam, dan tingkat. Jumlah produksi yang berbeda-beda tentunya memerlukan factor produksi yang berbeda pula. Tetapi jumlah produksi yang tidak sama akan dihasilkan oleh factor produksi yang tetap, biasanya factor produksi seperti modal, mesin, peralatanya serta bangunan. Sedangkan factor produksi yang mengalami perubahan adalah tenaga kerja.

Menurut Boediono (2000), fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan antara faktor-faktor produksi (input) dengan output yang dihasilkan. Fungsi produksi dapat dituliskan sebagai berikut (Nicholson,1995):

Y = f (X1, X2, X3, … Xn)

Y = Output X1, X2,
X3 = Input ke-1,2,3
Xn = Input Ke-n

Dalam proses produksi, perusahaan mengubah masukan (input) faktor produksi (factors of production) menjadi keluaran (output). Misalnya sebuah pabrik roti menggunakan input yang mencakup tenaga kerja dan bahan baku seperti; terigu, gula dan modal yang telah diinvestasikan untuk panggangan, mixer serta peralatan lain yang digunakan. Tentu saja setelah proses produksi berjalan akan menghasilkan produk berupa roti.



Pyndick (Salvatore, 2006) menjelaskan bahwa hubungan antara masukan pada proses produksi dan hasil keluaran dapat digambarkan melalui fungsi produksi. Fungsi ini menunjukkan keluaran Q yang dihasilkan suatu unit usaha untuk setiap kombinasi masukan tertentu. Untuk menyederhanakan fungsi tersebut dapat dituliskan sebagai berikut:

Q = f{K, L}

De Neufville dan Stafford mendefinisikan fungsi produksi sebagai deskripsi matematis dari output maksimum yang dapat diperoleh dari suatu himpunan beberapa sumber tertentu. Fungsi produksi dapat dinyatakan secara umum sebagai berikut:

 h = g(fr , . . . , ft; pr , . . . pn)

Dimana:
g adalah fungsi yang mengandung satu atau lebih parameter, p dan h menunjukkan hasil, dan f menunjukkan faktor produksi misalnya tenaga kerja, kapital, tanah, dan lainnya. Nilai berbagai variabel fungsi produksi dikehendaki dalam bentuk indikator fisik. Hubungan yang melibatkan nilai uang dinyatakan dalam fungsi lain yang dapat dirumuskan berdasarkan fungsi produksi. Sebagian karakteristik fungsi produksi bergantung kepada nilai sumber yang diumpankan, dan sebagian lagi bergantung kepada cara mengumpankan sumber tersebut (Taroepratjeka dan widiarto,1984).


E.     Fungsi Produksi dalam Islam

Menurut teori produksi konvensional : Produksi adalah usaha untuk menciptakan atau menambah faedah ekonomi suatu benda dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sedangkan orang, badan usaha, atau organisasi yang menghasilkan barang dan jasa disebut produsen. Teori produksi ditujukan untuk memberikan pemahaman tentang perilaku perusahaan dalam membeli dan menggunakan input untuk proses produksi dan menjual output.
Sedangkan menurut teori produksi Islami : Produksi adalah usaha manusia untuk mengelola dan mengubah sumber-sumber daya yang tersedia agar mempunyai nilai manfaat (utility) yang lebih tinggi , tanpa membahayakan diri seseorang atau sekelompok orang, lingkungan, serta masih dalam koridor halal dan mubah.

Ekonom Islam yang cukup concern dengan terori produksi adalah Imam Al-Ghazali. Beliau telah menguraikan faktor-faktor produksi dan fungsi produksi dalam kehidupan manusia.

Bumi adalah lapangan dan medan, sedangkan manusia adalah sebagai pengelola segala yang terhampar untuntuk dimaksimalkan fungsi dan kegunaannya. Dengan demikian, faktor utama yang dominan dalam proses produksi adalah kualitas dan kuantitas manusia (labor), sistem atau prasana yaitu teknologi dan modal (menurut Yusuf Qordawi: segala sesuatu dari hasil kerja yang disimpan).

A production function describes the relationship between the quality of output obtainable per period of time (Thompson dan  John,1993). Yaitu Fungsi produksi menggambarkan hubungan antara jumlah input dan output (berupa barang maupun jasa)  yang dapat dihasilkan dalam satu periode.

Q = f (X1,X2,X3,...,Xn),

dimana X1,X2,X3,...,Xn menunjukkan jumlah dari kombinasi input dan Q menunjukkan jumlah output. Keberadaan input adalah mutlak dan harus ada didalam suatu proses produksi. Dalam kenyataannya, tidak semua input tersebut akan memberikan kontribusi yang sama, dan karakteristik diantara input tersebut juga brbeda. Contohnya modal atau teknologi seringkali diasumsikan tetap untuk jangka waktu yang pendek. Sedangkan labor cenderung mudah berubah walau dalam jangka pendek. Untuk lebih mempermudah analisis, dalam pembahasan teori produksi ini kita akan mengasumsikan bahwa modal (capital) dan teknologi dalam jangka pendek diasumsikan tetap.

Karena semua input yang digunakan mengandung biaya, maka prinsip dari produksi adalah bagaimana produksi dapat berjalan sehingga mampu mencapai tingkat yang paling maksimum dan efisensi: memaksimalkan output dengan menggunakan input tetap, dan meminimalkan penggunaan input untuk mencapai tingkat output yang sama.


Production occurs anytime an activity creates value-every activity associate with providing goods service to the final user is part of the production process. Produksi terjadi kapan saja suatu aktivitas menciptakan nilai setiap aktivitas yang diasosiasikan dengan penyediaan barang kepada konsumen akhir yang merupakan bagian dari proses produksi.
   

Kurfa fungsi produksi dengan tingkat produksi yang berbeda, yaitu Q1,Q2 dan Q3

Fungsi produski dengan Dua Variable Independen

Pada gambar di atas input modal digambarkan pada sumbu vertical (dengan symbol K, dalam satuan mesin). Sedangkan input tenaga kerja digambarkan pada sumbu horizontal (degan symbol L, dalam satuan  tenaga kerja). Dengan demikian, berbagai kombinasi input K dan L dapat di petakan. Ttik-titik kombinasi input K dan L yang menghasilkan tingkat output yang sama dapat saling dihubungkan sehingga membentuk suatu kurva. Kurva ini disebut kurva isoquant (iso=sama, quant= kuantitas output).




F.       Cara Memperluas Produksi

Dalam persaingan bisnis di era modern, sebuah perusahaan tentu saja tidak akan memonopoli suatu pasar dengan mudah. Perusahaan akan menghadapi persaingan sengit yang mendorong terjadinya perluasan produksi.

Perluasan produksi adalah usaha untuk meningkatkan atau menambah kuantitas (jumlah) dan kualitas (mutu) barang dan jasa yang dihasilkan melalui beberapa cara. Dengan melakukan perluasan produksi, sebuah perusahaan tentu saja berharap agar bisa memenangkan persaingan dengan perusahaan lainnya.

Cara-cara perluasan produksi meliputi ekstensifikasi, intensifikasi, otomatisasi, diversifikasi, normalisasi, spesialisasi, mekanisasi, dan memberikan pelayanan dan kemudahan.

1.      Ekstensifikasi, yaitu perluasan produksi dengan cara menambah faktor produksi. Contoh : menambah modal, memperluas lahan, dan meningkatkan jumlah tenaga kerja.
2.      Intensifikasi, yaitu perluasan produksi yang dengan cara memperbesar kemampuan berproduksi dari faktor produksi yang sudah ada, tanpa menambah jumlah faktor produksi. Contoh : untuk meningkatkan hasil pertanian dilakukan dengan cara memilih bibit yang unggul, memperbaiki pengairan, memberi pupuk dengan teratur, dan lain-lain.
3.      Otomatisasi, yaitu cara perluasan produksi dengan penggunaan alat canggih dan modern sehingga memperoleh jumlah kuantitas hasil produksi yang lebih banyak. Kebanyakan industri modern telah menggunakan cara ini. Barang yang dihasilkan banyak dalam waktu singkat dan tetap berkualitas.
4.      Diversifikasi, yaitu perluasan produksi dengan cara menambah jenis produksi. Contoh: awalnya satu pabrik hanya memproduksi pensil, kemudian pabrik tersebut memproduksi buku gambar, penggaris, penghapus, dan lain-lain. Contohnya adalah FaBer Castel dan Steadler.
5.      Normalisasi, yaitu perluasan produksi dengan cara menambah keragaman dari satu jenis produksi. Contoh: ada pabrik yang pada awalnya hanya menjual teh dalam bentuk gelas. Lambat laun perusahaan itu membuat teh dalam bentuk botol, atau kaleng bahkan mungkin saja dalam bentuk galon.
6.      Spesialisasi, yaitu perluasan produksi dengan cara mengadakan pembagian kerja. Dengan pembagian kerja, kualitas barang yang dihasilkan bisa meningkat dan umumnya kuantitas (jumlah) barang juga ikut meningkat, ini disebabkan karena setiap pekerjaan dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kemampuan di bidangnya.
7.      Mekanisasi, yaitu perluasan produksi dengan cara menggunakan mesin- mesin yang bisa menghemat waktu dan tenaga, sehingga hasil produksi lebih meningkat baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.
8.      Memberikan fasilitas dan kemudahan, yaitu perluasan produksi yang dilakukan pemerintah sebagai suatu kebijakan umum, di antaranya dengan cara pemberian kredit bagi usaha kecil dan menengah, deregulasi (penyederhanaan peraturan), debirokratisasi (penyederhanaan mekanisme perizinan), mengadakan kursus-kursus peningkatan keterampilan kerja, dan lain-lain.



BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa produksi harus memerhatikan tata cara dan prosedur agar proses produksi dapat berjalan dengan lancar dan menguntungkan. Penggunaan faktor-faktor produksi secara efisien terutama yang berasal dari sumber daya yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam. Penentuan upah harus didasarkan pada beberapa kriteria seperti kebutuhan hidup, produktivitas, dan kemampuan perusahaan.

            Fungsi produksi adalah salah suatu alat (tools) yang dapat membantu produsen dalam memperkirakan biaya, penggunaan faktor produksi, pendapatan dan keuntungan dari kegiatan produksi yang dilakukan. Perbedaan utama fungsi produksi ekonomi konvensional dengan Islami terletak pada perbedaan tujuan utama dalam etika produksinya dimana dalam konvensional adalah untuk maksimalisasi keuntungan sebanyak banyaknya dengan input (bahan baku produksi) yang ada, sedangkan dalam Islam mencapai falah bagi produsen, konsumen, negara dan masyarakat secara luas yang harus jelas kehalalan input yang digunakan produsen.

B.     Saran

Fungsi Produksi sangat penting untuk dipelajari untuk mencapainya efektivitas sistem produksi, namun sebagai umat islam kita juga perlu meninjau dari sudut pandang fungsi produksi islami. Agar suatu produksi dapat berjalan dengan lancar dan tidak menyalahi aturan atau melanggar syariat yang ada.



DAFTAR PUSTAKA

  • Alma, Buchari, 2016, Penganter Bisnis, Penerbit Alfabeta, Bandung, Cetakan kesembilanbelas.
  • Azizah, Siti Nur, 2010, Kamus Lengkap Ekonomi, Panji Pustaka, Yogyakarta.
  • Fahmi, Irham, 2015, Pengantar Ilmu Administrasi Bisnis, Penerbit Alfabeta, Bandung.
  • Griffin R. 2006. Business. New Jersey: Pearson Education.
  • http://sriyanipuspita.blogspot.co.id/2016/05/analisis-5w1h.html Diakses tanggal 6 November 2017 jam 16.20.
  • https://atitus707.wordpress.com/product-life-cycle-stages-and-strategies/ Diakses tanggal 6 November 2017 jam 15.00.
  • Karim, Adiwarman A., 2007, Ekonomi Mikro Islami, PT.RajaGrafindo Persada, Jakarta, Edisi kelima.
  • Nurodin, Indang, 2017, Pengantar Bisnis, Penerbit Universitas Sukabumi, Sukabumi.
  • Oxford Dictionary, Oxford University Press, 2008, Fourth edition.
  • Rahardja, Prathama, dan Manurung, Mandala, 2008, Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi dan Mikroekonomi), Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta, Edisi ketiga.
  • Sugiharsono, dkk., Ekonomi untuk sekolah menengah umum 1, Bandung : Grafindo Pratama, 2000.
  • Thompson, Arthur A, and John P. Formby, Economics os the Firm: Teheory and Practice, New Jersey: Precentice-Hall, 1993, Edisi keenam